14 Tanda Kekurangan Zat Besi | Tonikum

 

Mata Berkunang Kunang? Bisa Jadi Kekurangan Zat Besi, Ini 14 Tandanya

Tahukah Anda, bahwa kebanyakan orang tidak menyadari mereka mengalami kekurangan zat besi jika tidak melakukan tes darah? (1). Tanpa kadar zat besi yang cukup, tubuh kita tidak dapat memproduksi sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, pada orang dewasa kondisi ini dapat membuat tubuh kita mudah lelah dan bahkan sesak napas (2), sementara kekurangan zat besi pada anak dan balita dapat berujung pada gangguan pertumbuhan (3). Bukan hanya itu, jika terus menerus dibiarkan maka hal ini akan menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti gagal jantung (1).

Jika kita tidak mengkonsumsi cukup zat besi, tubuh tidak dapat memproduksi kadar hemoglobin yang seharusnya dan dapat berakibat pada anemia. Padahal, hemoglobin berperan untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh (2). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekurangan zat besi merupakan gangguan gizi dengan jumlah tertinggi di dunia, di mana sebanyak 80% orang di dunia tidak memiliki kadar zat besi yang cukup dan 30% penderita anemia disebabkan karena kekurangan zat besi (1).

Gejala Yang Harus Diwaspadai

Gejala umum yang sering terjadi apabila Anda atau keluarga mengalami kekurangan zat besi adalah:

1. Mudah merasa lelah

Sering merasa lelah adalah salah satu gejala paling umum dari kekurangan zat besi. Kelelahan ini terjadi karena rendahnya kadar zat besi dalam tubuh kita otomatis membuat hemoglobin berkurang. Tanpa jumlah hemoglobin yang cukup, hanya akan ada sedikit oksigen yang disebarkan ke seluruh tubuh, sehingga membuat tubuh menjadi cepat lelah. Apalagi, jantung juga akan bekerja lebih keras untuk memasok darah dan oksigen, sehingga menambah penyebab penderitanya menjadi mudah lelah (3).

2. Jantung berdebar lebih kencang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pada kasus kekurangan zat besi, jumlah hemoglobin yang rendah berarti jantung kita juga harus bekerja keras untuk mengangkut oksigen. Kondisi ini dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur atau berdetak sangat cepat (1,2).

3. Sesak Nafas

Jika Anda sering kehabisan nafas saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti berjalan, naik tangga atau berolahraga bisa jadi tanda-tanda tersebut disebabkan oleh defisiensi zat besi. Apabila jumlah oksigen dalam tubuh Anda di bawah normal, otot tubuh juga tidak akan menerima oksigen yang cukup bahkan hanya untuk melakukan aktivitas normal seperti berjalan kaki. Akibatnya, napas Anda akan tersengal-sengal (1,2).

4. Tubuh tampak lebih pucat

Kulit atau bagian tubuh yang pucat merupakan tanda fisik yang bisa dikenali sebagai salah satu gejalanya. Perhatikan baik-baik bagian dalam kelopak mata bawah, wajah, gusi dan kuku. Apabila warnanya lebih pucat dari biasanya, bisa jadi Anda mengalami defisiensi zat besi. Hal ini disebabkan karena hemoglobin dalam darah memiliki pigmen berwarna merah, sehingga rendahnya kadar zat besi berhubungan dengan warna kulit yang pucat (1,2,3).

5. Tangan dan kaki dingin

Rendahnya kadar zat besi juga berarti semakin sedikit oksigen yang dikirim ke tangan dan kaki. Pada umumnya, hal ini membuat bagian tangan dan kaki menjadi terasa lebih dingin daripada biasanya (1).

6. Sakit Kepala

Meskipun sakit kepala merupakan gejala umum yang sering muncul pada penyakit lainnya, namun sakit kepala yang terjadi berulang-ulang merupakan salah satu tanda dari kekurangan zat besi (1,2).

7. Mata berkunang-kunang

Pernahkah terjadi pada Anda ketika mencoba untuk berdiri, mata menjadi berkunang-kunang dan kadang terasa seperti ingin pingsan? Jika iya, bisa jadi penyebab mata berkunang-kunang ini adalah hipotensi ortostatik. Kondisi ini biasanya dipicu oleh anemia dan kurangnya zat besi. Cobalah untuk bangun secara perlahan ketika bangun dari tempat tidur, lalu duduk sebentar di tepi tempat tidur Anda selama satu menit sebelum berdiri (4).

8. Mata panda

Tanda lainnya yang dapat dikenali pada anak maupun dewasa adalah munculnya lingkaran hitam pada mata. Karena kurangnya oksigen dan sel darah merah, mata panda bisa jadi merupakan gejala rendahnya jumlah zat besi dalam tubuh (5).

9. Rambut kering dan rontok

Rendahnya jumlah zat besi erat kaitannya dengan kondisi rambut yang kering dan rontok. Rontok hingga beberapa helai sebenarnya wajar, namun jika jumlahnya lebih banyak dari biasanya hingga mampu membentuk gumpalan rambut, kemungkinan Anda memiliki jumlah zat besi yang kurang dari seharusnya (1,2).

10. Nyeri dan bengkak pada mulut dan lidah

Ciri fisik lainnya adalah dengan memperhatikan bagian di sekitar mulut Anda. Apabila lidah terlihat bengkak, radang atau pucat, dan mulut terasa lebih kering dari biasanya, sariawan, atau nyeri dan luka, kemungkinan tanda-tanda tersebut disebabkan oleh rendahnya zat besi dalam tubuh (1).

11. Sulit berkonsentrasi

Kesulitan berkonsentrasi merupakan gejala kekurangan zat besi yang sering terjadi bersamaan dengan kelelahan dan sakit kepala (1). Jadi, jangan abaikan tanda yang satu ini.

12. Mengalami depresi

Kurangnya zat besi ternyata berhubungan dengan kesehatan mental, terutama pada orang dewasa. Selain itu, ibu hamil dengan kadar zat besi rendah juga memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami depresi (1).

13. Sering terkena infeksi

Karena fungsi zat besi dibutuhkan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, kekurangan zat ini dapat meningkatkan risiko infeksi bagi orang dewasa (1,2), terutama bayi dan anak-anak yang kondisi tubuhnya lebih rentan (3).

14. Sering menggerakkan kaki

Pernahkah Anda merasa tiba-tiba ingin menggerakkan kaki? Faktanya, sekitar 25% penderita anemia defisiensi zat besi mengalami hal ini yang disebut juga dengan sindrom kaki gelisah. Sindrom ini merupakan dorongan yang kuat untuk menggerakkan kaki Anda bahkan saat sedang istirahat atau tidur (1).

Siapa saja yang berisiko?

Gejala-gejala di atas merupakan tanda utama dari kurangnya kadar zat besi dalam tubuh, namun jika Anda masih ragu, simak info di bawah ini untuk mengetahui kategori orang-orang yang lebih mudah mengalami kekurangan zat besi:

  • Wanita dan Ibu Hamil. Wanita lebih rentan terhadap kekurangan zat besi daripada pria (3). Setiap bulan, wanita dewasa akan kehilangan banyak darah saat menstruasi (1), dan ibu hamil membutuhkan zat besi lebih banyak dari biasanya (2). Pada ibu hamil, kondisi ini dapat menyebabkan bayi lahir prematur (1). Sebagian besar wanita hamil mengkonsumsi vitamin penambah zat besi sebagai bagian dari pencegahan (1).

  • Bayi dan anak-anak. Bayi yang terlahir dengan kondisi khusus seperti prematur ataupun bayi yang terlahir dengan berat badan rendah biasanya lebih mudah terkena kekurangan zat besi. Selain itu, kekurangan zat besi pada anak dapat mengganggu tumbuh kembangnya dan menyebabkan lingkaran hitam di bawah mata (2,5).

  • Vegetarian. Orang yang tidak mengkonsumsi daging memiliki peluang terkena defisiensi zat besi yang lebih besar jika mereka tidak makan makanan kaya zat besi lainnya (2). Jika Anda seorang vegetarian, siasati hal ini dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan multivitamin penambah zat besi.

  • Pendonor darah. Orang yang secara rutin mendonorkan darah biasanya memiliki jumlah zat besi karena donor darah dapat menghabiskan cadangan zat besi dalam tubuh. Masalah ini juga dapat diatasi dengan mengganti pola makanan dengan yang lebih kaya akan zat besi (2)

Penyebab mata berkunang-kunang, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, mudah lelah dan jantung yang berdebar-debar bisa jadi karena kekurangan zat besi. Jika terus menerus dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit serius seperti gagal jantung (2), dan sayangnya tidak banyak orang yang sadar akan hal ini (1). Apalagi, beberapa kondisi yang tidak dapat dihindari seperti kehamilan, pola hidup vegetarian dan kegiatan donor darah (2) dapat memperbesar peluang menurunnya kadar zat besi dalam tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya selalu lakukan upaya pencegahan dengan rutin mengkonsumsi multivitamin yang kaya akan kandungan zat besi.

L.ID.MKT.CC.06.2021.1689

 

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Jacquelyn Cafasso. Iron Deficiency Anemia Secondary To Inadequate Dietary Intake. Healthline. Diakses pada 1 November 2021 dari https://www.healthline.com/health/iron-deficiency-inadequate-dietary-iron#symptoms 
  2. Mayo Clinic. Iron Deficiency Anemia. Mayo Clinic. Diakses pada 1 November 2021 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/iron-deficiency-anemia/symptoms-causes/syc-20355034
  3. Imashi Fernando. Signs of Iron Deficiency. Healthline. Diakses pada 1 November 2021 dari https://www.healthline.com/nutrition/iron-deficiency-signs-symptoms#unusual-tiredness 
  4. Mayo Clinic. Orthostatic Hypotension. Mayo Clinic. Diakses pada 2 November 2021 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/orthostatic-hypotension/diagnosis-treatment/drc-20352553
  5. Health Grades Staff. Dark Circles Under Eyes in Children. Health Grades. Diakses pada 2 November 2021 dari https://www.healthgrades.com/right-care/childrens-health/dark-circles-under-eyes-in-children 
 
Dapatkan

Tonikum Bayer

Untuk penuhi kebutuhan multivitamin, mineral, dan zat besi.

Produk Tonikum Bayer
Tonikum Bayer

Multivitamin dengan kandungan zat besi, kalsium, mangan, zinc, vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12.

 

Beli Tonikum Bayer Online

Untuk menghemat waktumu, penuhi kebutuhan multivitamin, mineral,
dan zat besi dari Tonikum Bayer secara online.

Beli Sekarang