Tips Untuk Mencegah Anemia Saat Puasa

Meski berpuasa baik untuk kesehatan tubuh kita, namun, ternyata ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang tidak dapat berpuasa, dan jika ingin berpuasa, maka dibutuhkan beberapa pertimbangan agar kegiatan puasa dapat berjalan dengan lancar. Salah satu kondisi medis tersebut adalah anemia saat puasa.

Cara mencegah anemia perlu diketahui agar tubuh tidak mudah lemas di tengah-tengah puasa. Anemia merupakan kondisi di mana kadar sel darah merah mengalami penurunan jumlah. Sel darah merah ini berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh (1). Apabila jumlahnya berada di bawah batas normal yang seharusnya, pengidap anemia akan merasa letih dan lesu, terutama saat menjalankan ibadah puasa.

Gejala umum Anemia

Anemia dapat dialami oleh siapa saja, terutama pada wanita karena siklus haid yang terjadi setiap bulannya. Meskipun tanda anemia yang paling sering terlihat adalah kelelahan, namun ada juga gejala lainnya seperti (1):

  • Lemah dan lesu.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Jantung berdebar-debar dan sakit kepala terutama saat berolahraga.
  • Kulit wajah pucat.

Penyebab Terjadinya Anemia saat Puasa

  • Menurunnya asupan gizi: Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang rendah akan zat besi saat berpuasa dapat menyebabkan anemia. Apalagi jika kita keliru dalam memilih menu seimbang serta keterbatasan waktu makan yang menjadi salah satu faktor utama rendahnya jumlah zat besi dalam tubuh (2)
  • Adanya gangguan pencernaan: Tahukah kamu, kalau gangguan pencernaan dapat menjadi salah satu faktor timbulnya anemia ketika berpuasa? Hal ini dikarenakan anemia bisa terjadi karena disebabkan oleh gangguan pencernaan di mana penyerapan zat (3).

Tips Menjalankan Ibadah Puasa agar Tidak Terjadi Anemia

  1. Menjalankan sunnah Rasulullah: Ikuti sunnah Rasulullah ketika berbuka puasa dengan minum air putih yang cukup dan konsumsi buah kurma. Selain mengenyangkan dan tinggi akan antioksidan, kurma juga mengandung zat besi. Pilihlah kurma yang masih terlihat mengkilap dan tidak keras agar kualitasnya tetap terjaga (4).
  2. Lakukan olahraga ringan: Pengidap anemia tetap disarankan untuk melakukan olahraga ringan untuk memperlancar aliran darah (5). Berikan jeda dari makanan pembuka yang penuh nutrisi seperti kurma, hingga makanan utama selanjutnya dengan shalat terlebih dahulu (aktivitas fisik). Di bulan puasa, shalat sunnah, aktivitas seperti jalan santai dan yoga merupakan olahraga ringan yang dapat dilakukan selama puasa.
  3. Mengatur pola makan: Atur menu makan saat sahur dan berbuka puasa dengan makanan yang tinggi akan zat besi seperti daging sapi, unggas, telur, ikan tuna, udang, dan sayur bayam (6). Manfaatkan waktu makan yang singkat dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat.
  4. Beristirahat yang cukup: Orang yang kurang tidur cenderung memiliki tekanan darah yang rendah, serta merasa mudah lelah. Oleh karena itu, usahakan untuk tidur tidak lewat dari jam 9 malam dan jangan tidur kembali setelah adzan subuh karena akan membuat badan lemas. Pasalnya, setelah subuh merupakan waktu yang tepat untuk tubuh mengurai metabolisme dengan beraktivitas atau berolahraga ringan (7).

Pantangan Makanan agar Tidak terjadi Anemia saat Puasa

  • Tanin: Berniat untuk berbuka puasa dengan teh? Hati-hati, jika kamu memiliki anemia, sebaiknya hindari minuman seperti  teh hitam, teh hijau dan kopi. Pasalnya, deretan minuman tersebut mengandung tanin, sebuah senyawa yang berpotensi mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh (8).
  • Asam oksalat: Asam oksalat dapat mengganggu penyerapan zat besi. Beberapa makanan yang mengandung asam oksalat adalah bayam, kacang tanah, dan coklat.
  • Gluten: Makanan yang kaya akan gluten (pasta, oat dan berbagai produk gandum lainnya) harus dihindari oleh penderita anemia karena gluten dapat merusak dinding usus dan mencegah penyerapan asam folat dan zat besi, padahal keberadaan 2 zat ini sangat diperlukan untuk produksi sel darah merah (8).
  • Kalsium: Cegah anemia saat puasa dengan menghindari kalsium. Kalsium dapat mengganggu proses penyerapan zat besi dalam tubuh, jadi hindari konsumsi kalsium seperti susu, keju, pisang dan yoghurt selama sahur dan berbuka agar tidak memperparah kondisi anemia (8).
  • Fitat: Karena kemampuannya yang mengikat zat besi di saluran pencernaan, penderita anemia disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung zat ini. Fitat umumnya ditemukan pada makanan tinggi serat seperti beras merah, gandum, kacang almond dan kedelai (8).

Catatan Penting untuk Kamu yang Anemia Saat Puasa

  1. Agar penyerapan zat besi dari makanan yang kamu konsumsi tidak terganggu, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung Zinc setiap harinya (9).
  2. Namun, apabila di tengah puasa dan aktivitas yang padat kamu tidak sempat untuk mengonsumsi makanan kaya akan Zinc, sebaiknya penuhi kebutuhan zat besi dan mineral dengan mengonsumsi multivitamin untuk mencegah risiko terjadinya anemia yang menyebabkan tubuh merasa cepat lelah atau lemah ketika berpuasa.
  3. Dengan cukupnya jumlah sel darah merah dalam tubuh, akan memperlancar aliran darah (4), membantu otak lebih fokus dan tubuh lebih kuat serta semangat menjalankan ibadah puasa.

Selama menjalankan puasa, pastikan kamu selalu memenuhi kebutuhan zat besi dan mineral setiap harinya. Bila perlu biasakan mengonsumsi multivitamin yang mengandung zat besi agar dapat mencegah risiko terjadinya anemia yang menyebabkan tubuh merasa cepat lelah atau lemah ketika berpuasa. Dengan cukupnya sel darah merah maka akan membantu butuh dan pikiran untuk kuat serta semangat menjalankan ibadah puasa.

CH-20220404-28

 

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Carol DerSarkissian. Symptoms of Anemia. Web MD. Diakses pada 14 Maret 2022 dari https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-symptoms 
  2. Raffal W Wojciak. Effect of Short-Term Food Restriction on Iron Metabolism. National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 14 Maret 2022 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4143608/ 
  3. Gasche C, dkk. Iron, Anemia, and Inflammatory Bowel Diseases. National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 14 Maret 2022 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1774131/ 
  4. Rachel Nall. Are Dates Good For You? Medical News Today. Diakses pada 14 Maret 2022 dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/322548 
  5. Tracy Cochran. Exercise and Anemia. MBSF. Diakses pada 14 Maret 2022 dari https://www.mbsf.org/exercise-and-anemia 
  6. Christine Mikstas. Top Foods High in Iron. Web MD. Diakses pada 15 Maret 2022 dari https://www.webmd.com/food-recipes/ss/slideshow-top-foods-high-in-iron 
  7. Universitas Pakuan. Dilarangnya Tidak Tidur Setelah Sahur, Tidak Baik untuk Kesehatan. Universitas Pakuan Bogor. Diakses pada 15 Maret 2022 dari https://www.unpak.ac.id/khazanah-ramadhan/dilarangnya-tidak-tidur-setelah-sahur-tidak-baik-untuk-kesehatan 
  8. Bhavyajyoti Chilukoti. 5 Foods You Should Avoid if You Have Anemia. The Health Site. Diakses pada 15 Maret 2022 dari https://www.thehealthsite.com/diseases-conditions/foods-to-avoid-if-anemic-236398/ 
  9. Jo Travers. 5 Things to Remember When Choosing Food If You Have Anemia. Live Strong. Diakses pada 15 Maret 2022 dari https://www.livestrong.com/article/367750-foods-to-avoid-with-anemia/ 
 
Dapatkan

Tonikum Bayer

Untuk penuhi kebutuhan multivitamin, mineral, dan zat besi.

 

Beli Tonikum Bayer Online

Untuk menghemat waktumu, penuhi kebutuhan multivitamin, mineral,
dan zat besi dari Tonikum Bayer secara online.

Beli Sekarang