Cara Mencegah Pikun Pada Lansia - Tonikum

 

Penyebab & Cara Mencegah Pikun Pada Lansia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk melakukan berbagai hal akan menurun. Itulah sebabnya orang lanjut usia atau lansia banyak mengalami kondisi kesehatan tertentu termasuk demensia atau pikun. Pikun adalah sebuah keadaan dimana kemampuan atau kerja otak menurun yang ditandai dengan mudah lupa, kesulitan berbahasa serta lambat dalam berpikir (1,2). Biasanya penurunan kemampuan berpikir dan daya ingat ini diderita oleh lansia yang berusia 65 tahun ke atas (2) meskipun tidak menutup kemungkinan orang yang berusia di bawahnya juga mengalami hal serupa. 

Demensia atau pikun sebenarnya bisa dikenali sejak dini melalui beberapa gejala yang sering diperlihatkan seperti keluar rumah tanpa tujuan jelas yang kerap dilakukan oleh lansia, kesulitan mengingat janji atau jadwal tertentu, masalah short-term memory dan sering kehilangan benda pribadi yang sama misalnya dompet atau kacamata (1)

Bicara tentang penyebab pikun, ada banyak hal yang bisa memicu kondisi ini selain faktor usia, misalnya saja penyakit Alzheimer, cedera pada kepala, kerusakan pada sel otak hingga kekurangan nutrisi tertentu (1,2) yang mengakibatkan organ ini tidak bisa bekerja secara normal. Nah, untuk alasan terakhir yaitu malnutrisi zat tertentu, salah satu mikronutrien yang seringkali terlewatkan padahal sangat mempengaruhi tingkat kognitif dan memori pada lansia adalah zat besi (3).

Bukan rahasia lagi jika zat besi merupakan mineral yang sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dimana jika kebutuhan hariannya tidak terpenuhi, maka resiko anemia akan meningkat (4). Sel darah merah inilah yang akan menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh termasuk ke otak sehingga bagian tersebut bisa menjalankan fungsi kognitifnya dengan baik, termasuk dalam hal memori atau daya ingat (4). Itulah alasannya penting bagi lansia untuk menjaga kecukupan asupan zat besi melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari. 

Di samping menjaga pola makan sehat dan seimbang untuk mendapatkan zat besi yang cukup, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah dan mengatasi pikun pada lansia seperti berikut ini:

1. Olahraga teratur

Kekuatan tubuh lansia yang sudah menurun bukan alasan untuk mengabaikan pentingnya aktivitas fisik atau olahraga karena bisa disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing. Apapun jenis olahraga yang dilakukan baik itu senam lansia atau jalan pagi di sekitar rumah, gerak tubuh ini akan membantu memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. 

Saat darah mengalir dengan lancar, maka suplai oksigen juga akan lebih baik sehingga otak bisa bekerja seperti yang seharusnya dan kepikunan bisa diminimalkan (1,2,4). Poin penting yang perlu diingat adalah jangan memaksa lansia untuk melakukan kegiatan fisik lebih lama daripada yang mereka mampu karena bukan durasinya yang penting, melainkan kontinuitasnya.

2. Menghindari makanan tinggi kolesterol

Metabolisme tubuh yang menurun seiring bertambahnya usia seharusnya menjadi alarm bahwa semakin tua, memilih makanan yang sehat dan rendah lemak semakin disarankan. Pasalnya, lemak yang menumpuk di dalam tubuh dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah (atherosclerosis) yang menyebabkan peredaran darah tidak lancar dan membuat suplai oksigen ke otak juga terganggu (2). Untuk itulah, ada baiknya untuk menghindari makanan tinggi lemak dan kolesterol jahat seperti seafood macam udang dan kepiting, santan ataupun gorengan. Beberapa bahan makanan yang disebutkan seperti udang dan makanan laut memang juga mengandung nutrisi yang baik. Namun, selama gizi yang ada di dalamnya bisa ditemukan di sumber makanan lainnya, akan lebih baik jika memilih opsi tersebut.

3. Aktif bersosialisasi

Studi menunjukkan bahwa aktif bersosialisasi di usia senja dapat menjadi cara mengatasi pikun dengan membantu menurunkan resikonya di kalangan lansia. Ketika bertemu dengan orang lain yang seusia atau menyibukkan diri dengan kegiatan yang menyenangkan, kemampuan kognitif otak akan terus terpakai dan terasah sehingga ketajaman berpikir dapat terus dipelihara. Itulah alasannya lansia disarankan untuk mengikuti komunitas yang memicu daya pikir dan komunikasinya, misalnya dengan bergabung di Karang Werdha, mengikuti kelompok senam lansia ataupun perkumpulan lainnya. Semakin sering berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, semakin baik pula kemampuan berpikir dan daya ingat di usia yang tidak lagi muda (1).

4. Mengonsumsi suplemen multivitamin lengkap

Kegiatan aktif dan menyenangkan yang dilakukan oleh lansia harus diimbangi dengan gizi seimbang supaya kebutuhan nutrisi dan zat besinya bisa terpenuhi demi kinerja tubuh dan otak yang baik. Bila perlu, mengonsumsi suplemen multivitamin lengkap secara teratur dapat membantu mendukung pemenuhan gizi sehari-hari. Namun tentu saja suplemen yang dipilih tidak boleh sembarangan mengingat tubuh lansia yang rentan.

Sebaiknya suplemen dengan kandungan vitamin B kompleks, vitamin C, zat besi, kalsium, mangan dan zinc dengan takaran yang sesuai menjadi pilihan sebab kombinasi mikronutrien tersebut bekerja secara sinergis menyehatkan badan dengan membantu penyerapan nutrisi baik dari makanan maupun multivitamin itu sendiri (1,2).

Meskipun umum dialami oleh orang berusia lanjut, demensia bukanlah kondisi yang tidak bisa dicegah atau diatasi supaya tidak bertambah parah. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan didukung oleh suplemen sesuai kebutuhan setidaknya potensi kepikunan dapat diminimalkan.

Referensi:

  1. What is Dementia? Symptoms, Causes, & Treatments, diakses pada 31 Mei 2021 dari https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-dementia
  2. Dementia: Symptoms, Treatments, and Causes, diakses pada 31 Mei 2021 dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/142214#dementia_prevention
  3. Anemia and Risk of Dementia in Older Adults, diakses pada 31 Mei 2021 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3775683/
  4. What Causes Iron Deficiency in Your Child, diakses pada 31 Mei 2021 dari https://health.clevelandclinic.org/what-causes-iron-deficiency-in-your-child-and-how-to-spot-it/
 
Dapatkan

Tonikum Bayer

Untuk penuhi kebutuhan multivitamin, mineral, dan zat besi.

Produk Tonikum Bayer
Tonikum Bayer

Multivitamin dengan kandungan zat besi, kalsium, mangan, zinc, vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12.

 

Beli Tonikum Bayer Online

Untuk menghemat waktumu, penuhi kebutuhan multivitamin, mineral,
dan zat besi dari Tonikum Bayer secara online.

Beli Sekarang