Screening Awal Diagnosa Anemia Yang Bisa Dilakukan di Rumah

Pernahkah kamu tiba-tiba merasa pusing, lemas, letih dan lesu atau kehilangan energi ketika ingin melakukan aktivitas sehari-hari? Kalau hal ini terjadi kepadamu, waspada akan gejala anemia. Anemia adalah kondisi di mana tubuh kita kekurangan sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke seluruh bagian tubuh. Sebaiknya, kamu segera melakukan pemeriksaan penunjang anemia untuk mendiagnosis yang tepat.

Apa Saja Faktor Pemicu Anemia?

Diagnosa anemia bisa diberikan dokter setelah melakukan pemeriksaan. Secara garis besar, faktor pemicu anemia bisa disebabkan oleh 3 kategori, yaitu (1)

  • Kehilangan darah. 
  • Penurunan jumlah produksi sel darah merah.
  • Rusaknya sel darah merah. 

Namun, berbagai macam gaya hidup dan kondisi medis yang kronis juga dapat menyebabkan kamu mengalami anemia.

Kenapa Pemeriksaan Anemia Diperlukan?

Karena ada begitu banyak faktor yang bisa menyebabkan anemia, kondisi kesehatanmu bisa terganggu jika kamu memiliki lebih dari satu faktor risiko sekaligus (2). Oleh karena itu, lebih bijak bagimu untuk segera melakukan pemeriksaan anemia lebih dini. Pemeriksaan anemia yang dilakukan oleh dokter dapat memberi penjelasan terkait jenis anemia yang dialami, penyebab dan derajat keparahannya (1,2).

Dalam pemeriksaan anemia, jumlah hemoglobin (bagian utama dari sel darah merah) akan dihitung karena ia bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jumlah hemoglobin ini juga ditentukan oleh zat besi. Apabila kadarnya rendah, maka darah akan kekurangan oksigen dan menyebabkan gejala anemia, misalnya seperti kelelahan atau sesak napas dan kamu akan mendapatkan diagnosa anemia (1).

Siapa yang Membutuhkan Pemeriksaan Anemia?

Diagnosa Anemia dapat diberikan setelah dokter melakukan pemeriksaan. Anemia sendiri bisa terjadi secara genetik, namun orang yang sudah berusia lanjut dan wanita memiliki risiko lebih besar untuk terkena anemia karena kelompok ini memang rentan terhadap kondisi yang menyebabkan anemia seperti siklus haid serta penyakit medis kronis, misalnya penyakit ginjal  (1). Selain itu, pemeriksaan anemia juga disarankan dilakukan kepada orang yang mengalami gejala-gejala anemia. Gejala tersebut dibagi ke dalam 2 kategori:

Gejala anemia yang umum (1,2)

  • Pusing dan kelelahan.
  • Merasa seperti mau pingsan.
  • Gangguan pertumbuhan atau malnutrisi.
  • Sesak napas dan kulit pucat.

Gejala anemia yang parah (1,3)

  • Kedinginan dan bahkan mati rasa di tangan dan kaki.
  • Sesak napas dan detak jantung berdebar-debar.
  • Nyeri yang terasa sampai ke tulang, sendi, dada hingga perut.

Orang dengan gejala anemia seperti cepat merasa lelah dan lemas biasanya memiliki kondisi kesehatan yang secara keseluruhan mulai terganggu. Dalam kasus yang lebih parah, penderita dengan diagnosa anemia yang tidak segera menjalani pengobatan dapat mengalami kerusakan organ utama di dalam tubuh karena kekurangan pasokan oksigen ke dalam darah (3).

Bagaimana Pemeriksaan Penunjang Anemia Dilakukan di Rumah?

Kamu mungkin melihat tanda-tanda anemia melalui beberapa pemeriksaan fisik atau diri yang dapat kamu lakukan sendiri. Secara lengkap pemeriksaan anemia harus dilakukan di rumah sakit, namun kamu bisa melakukan tes sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Segera lakukan pemeriksaan anemia dan cari tahu apakah terdapat ciri-ciri berikut:

  1. Mencari tanda-tanda gejala anemia
    Kenali gejala umum anemia seperti kelelahan (cepat lemas atau merasa kurang energi bahkan untuk melakukan kegiatan biasa sehari-hari), sulit fokus atau berkonsentrasi, tangan dan kaki dingin, termasuk sering pusing dan sesak napas saat beraktivitas. Tanda lain seperti kulit pucat atau kekuningan, serta kuku rapuh juga bisa menjadi ciri-ciri mengidap anemia (1,2,4).

  2. Cek apakah ada perilaku yang tidak biasa
    Bagi sebagian orang yang memiliki anemia, terdapat beberapa kebiasaan yang kurang wajar. Contohnya seperti menginginkan benda yang tidak lazim untuk dimakan, seperti rumput, es, atau kotoran. Beberapa orang dengan anemia juga terdeteksi memiliki Sindrom Kaki Gelisah, situasi di mana kaki bergetar sendiri sehingga gerakan kaki tersebut tidak bisa dihentikan oleh penderitanya (4).

  3. Memeriksa debar pada jantung
    Meski kamu belum mendapatkan diagnosa anemia dari dokter, namun kamu bisa melakukan pemeriksaan sendiri di rumah. Pemeriksaan anemia di rumah dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi per menit. Takikardia (denyut nadi cepat) merupakan kondisi di mana detak jantung berada di atas 100 denyut per menit (4).

  4. Memperhatikan urin dan tinja
    Warna urin dan tinja dapat menjadi sinyal kesehatan secara umum, apabila ada indikasi darah dalam kotoran maka bisa menjadi ciri perdarahan. Darah yang bercampur dengan urin akan terlihat berwarna merah atau merah muda pucat, sementara pada tinja berdarah bisa tampak merah cerah atau hitam pekat. Jika hal ini terjadi pada Anda, kemungkinan adalah tanda dari perdarahan gastrointestinal (4).

Seperti Apa Hasil Pemeriksaan Anemia?

  1. Tes darah lengkap: Anemia bisa dideteksi dari jumlah rentang sel darah merah. Pria memiliki volume darah yang lebih besar daripada wanita, sehingga ada perbedaan angka batas normal antara sel darah merah pada pria dan wanita. Jumlah sel darah merah normal untuk pria adalah 5-6 juta sel/mikroliter, sedangkan pada wanita adalah 4-5 juta sel/mikroliter (4).
  2. Apus darah tepi: Ketika hasil tes darah lengkap menunjukkan adanya diagnosa anemia, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa apus darah tepi yang akan mengkalkulasikan jumlah sel darah putih (5).
  3. Menghitung retikulosit: Tes retikulosit merupakan tes penunjang sebelum seseorang mendapatkan diagnosa anemia. Tes ini adalah bagian dari rangkaian tes yang berfungsi sebagai perkiraan jumlah sel darah merah yang berada di sumsum tulang (5).
  4. Tes makrositosis: Pemeriksaan anemia juga dilihat dari bentuk sel darah merah itu sendiri. Jika sel darah merah terlihat memiliki profil makrositosis (kelainan sel darah merah yang bentuknya lebih besar dari normal), maka hal ini menandakan kurangnya kadar vitamin B12 dan asam folat yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah (5).
  5. Tes zat besi: Setidaknya ada 4 tes terkait zat besi yang paling sering dilakukan, yaitu:
    • Tes besi serum. Tes ini bertujuan untuk mengukur jumlah zat besi yang ada di dalam darah. Semakin sedikit jumlahnya maka semakin besar peluang seseorang terindikasi anemia (5,6).
    • Serum ferritin. Jika tes besi serum digunakan untuk menghitung jumlah zat besi dalam darah, maka serum ferritin akan mengukur berapa banyak zat besi yang bisa disimpan dalam tubuh kita (5).
    • Tes transferrin. Diagnosa anemia juga dapat dilihat dari tes transferrin. Tes transferrin tidak boleh dilewatkan karena tes ini dilakukan untuk memperkirakan persentase transferin, yakni kadar pembawa zat besi di dalam darah (5,6).
    • Total iron-binding capacity (TIBC). TIBC adalah tes yang berfungsi untuk mengukur kemampuan atau kapasitas transferin untuk mengikat besi (5,6).
    • Unsaturated iron-binding capacity (UIBC). Sebaliknya, UIBC adalah tes yang akan menghitung berapa jumlah transferrin yang tidak melekat pada zat besi (6).

Nah, itulah daftar dari screening awal yang bisa kamu coba lakukan di rumah serta rangkaian tes yang dilakukan dokter untuk melakukan pemeriksaan anemia. Meski kamu memiliki gejala ringan, namun anemia juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan lainnya (4). Jangan tunggu sampai kamu mendapatkan diagnosa anemia, sebaiknya biasakan untuk mengonsumsi multivitamin yang mengandung zat besi agar dapat mencegah risiko terjadinya anemia yang menyebabkan tubuh merasa cepat lelah ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

CH-20220907-18

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi:

  1. Sabrina Felson, MD. Anemia. Web MD. Diakses pada 16 Juli 2022 dari https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics.
  2. Heidi Moawad, MD. Causes and Risk Factors of Anemia. Very Well Health. Diakses pada 16 Juli 2022 dari https://www.verywellhealth.com/anemia-causes-4783780.
  3. Very Well Health. Diakses pada 16 Juli 2022 dari https://www.everydayhealth.com/anemia/anemia-basics.aspx.
  4. Dennis Thompson Jr. Are You Anemic? Very Well Health. Diakses pada 16 Juli 2022 dari https://www.verywellhealth.com/anemia-diagnosis-4797978#toc-self-checksat-home-testing.
  5. AM Freeman, Rai M, Morando DW. Anemia Screening. National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 16 Juli 2022 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499905/.
  6. Jennifer Robinson, MD. What is an Iron Blood Test? Web MD. Diakses pada 16 Juli 2022 dari https://www.webmd.com/a-to-z-guides/iron-blood-test.
 
Dapatkan

Tonikum Bayer

Untuk penuhi kebutuhan multivitamin, mineral, dan zat besi.

 

Beli Tonikum Bayer Online

Untuk menghemat waktumu, penuhi kebutuhan multivitamin, mineral,
dan zat besi dari Tonikum Bayer secara online.

Beli Sekarang